Minggu, 13 Maret 2011

Venturi meter dan tabung pitot

A. Dasar
• Venturi meter
Alat ini dapat dipakai untuk mengukur laju aliran fluida, misalnya menghitung laju aliran air atau minyak yang mengalir melalui pipa. Venturimeter digunakan sebagai pengukur volume fluida misalkan minyak yang mengalir tiap detik.
Venturimeter adalah sebuah alat yang bernama pipa venturi. Pipa venturi merupakan sebuah pipa yang memiliki penampang bagian tengahnya lebih sempit dan diletakkan mendatar dengan dilengkapi dengan pipa pengendali untuk mengetahui permukaan air yang ada sehingga besarnya tekanan dapat diperhitungkan. Dalam pipa venturi ini luas penampang pipa bagian tepi memiliki penampang yang lebih luas daripada bagian tengahnya atau diameter pipa bagian tepi lebih besar daripada bagian tengahnya. Zat cair dialirkan melalui pipa yang penampangnya lebih besar lalu akan mengalir melalui pipa yang memiliki penampang yang lebi sempit, dengan demikian, maka akan terjadi perubahan kecepatan.

• Tabung Pitot
Tabung pitot digunakan untuk mengukur laju aliran gas pada suatu pipa. Tabung pitot digunakan untuk mengukur kecepatan fluida di suatu titik pada fluida itu.



B. Tujuan
• Untuk mengetahui cara kerja venturimeter dan juga tabung pitot.
• Untuk mengetahui persamaan persamaan yang digunakan dalam menentukan kelajuan fluida atau kelajuan udara dalam penggunaan venturimeter ataupun tabung pitot.
• Agar dapat mengaplikasikan cara memakai venturimeter dan juga tabung pitot
• Venturimeter = Untuk mengukur kelajuan zat cair pada suatu pipa
• Tabung Pitot = Untuk mengukur kelajuan gas pada suatu pipa






C. Cara Kerja
• Venturi meter
Fluida yang mengalir dalam pipa mempunyai massa jenis ρ. Kecepatan fluida mengalir pada pipa sebelah kanan, maka tekanan pada pipa sebelah kiri lebih besar. Perbedaan tekanan fluida di dua tempat tersebut diukur oleh manometer yang diisi dengan fluida dengan massa jenis ρ’ dan manometer menunjukkan bahwa perbedaan ketinggian permukaan fluida di kedua sisi adalah H. Dengan menggunakan persamaan kontinuitas dan Persamaan Bernouli, diperoleh :





























Keterangan : v1 =kecepatan pipa yang besar, satuannya m/s
h =beda tinggi cairan pada kedua tabung, satuannya m
A1 =Luas penampang pipa yang besar, satuannya m2
A2 =Luas penampang pipa yang kecil, satuannya m2
• Tabung Pitot




Lubang yang menuju ke kaki kanan manometer, tegak lurus dengan aliran udara. Karenanya, laju aliran udara yang lewat di lubang ini (bagian tengah) berkurang dan udara berhenti ketika tiba di titik 2. Dalam hal ini, v2 = 0. Tekanan pada kaki kanan manometer sama dengan tekanan udara di titik 2 (P2).
Ketinggian titik 1 dan titik 2 hampir sama (perbedaannya tidak terlalu besar) sehingga bisa diabaikan. Ingat ya, tabung pitot juga dirancang menggunakan prinsip efek venturi. Mirip seperti si venturi meter, bedanya si tabung petot ini dipakai untuk mengukur laju gas alias udara. Karenanya, kita tetap menggunakan persamaan efek venturi. Di bawah ini adalah turunan persamaannya :










Perhatikan persamaan 1 dan persamaan 2. Ruas kiri-nya sama (P2 – P1). Karenanya persamaan 1 dan 2 bisa dirubah menjadi seperti ini :








Keterangan : v= kelajuan gas, satuannya m/s
h =beda tinggi air raksa, satuannya m
A1=Luas penampang pipa yang besar, satuannya m2
A2= Luas penampang pipa yang kecil (pipa manometer), satuannya m2
ρ =massa jenis gas, satuannya kg/m3
ρ’ = massa jenis cairan pada manometer, satuannya kg/m3




D. Penerapan Alat
•Venturimeter
Venturimeter biasa digunakan untuk pengaturan aliran bensin dalam system pengapian pada kendaraan bermotor.
•Tabung pitot
Tabung pitot atau pipa pitot ini merupakan suatu peralatan yang dapat dikembangkan sebagaipengukur kecepatan gerak pesawat terbang.

2 komentar: